Hewan yang Digunakan pada Jasa Aqiqah Surabaya Selatan

Aqiqah Surabaya Selatan memberikan pelayanan maksimal untuk pelanggan yang memiliki acara aqiqah di daerah Surabaya sebelah selatan. Pelayanan aqiqah memang akan banyak membantu mereka yang hendak mengadakan aqiqah. Baik untuk dirinya sendir, atau untuk anak yang baru lahir. Islam memang memiliki acara aqiqah. Hokum aqiqah dalam Islam adalah sunah muakkadah, yang artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan. Sekarang sudah banyak penyedia jasa layanan aqiqah yang akan membantu pelaksanaan aqiqah. Tentu saja pelaksanaan yang dimaksud adalah penyediaan makanannya. Tapi mereka yang bergerak dalam usaha penyedia layanan aqiqah ini siap membantu atau bisa dikatakan memfasilitasi sepenuhnya dalam hal penyediaan makanan aqiqah.

Seperti contohnya saja salah satu jasa Aqiqah Surabaya yaitu Nayla Aqiqah. Penyedia jasa layanan aqiqah satu ini memberikan fasilitas kepada pelanggannya sejak pemilihan hewan aqiqah sampai dengan pengantaran masakan hingga tujuan. Hewan yang disediakan oleh Nayla Aqiqah adalah domba. Pelanggan bisa memesan ingin menggunakan domba jantan atau domba betina. Sebenarnya dalam Islam tidak ada keharuan hewan yang digunakan adalah domba. Ketentuan hewan yang bisa digunakan untuk aqiqah sama dengan hewan yang bisa digunakan ketika qurban. Boleh sapi, unta, kambing, atau domba. Hanya saja umumnya di Indonesia hewan yang biasa digunakan untuk aqiqah adalah kambing atau domba. Satu hal yang paling penting adalah hewan yang digunakan untuk aqiqah ini harus sehat, gemuk, dan tidak ada cacat sama sekali.

Ketentuan mengenai hewan yang bisa digunakan dalam aqiqah ini memang sudah tercantum dalam hadist yang membahas mengenai hewan aqiqah. Selain dari keharusan hewan yang digunakan harus sehat, tidak kurus, dan bebass dari kecacatan, ada satu tambahan lagi yang membuat aqiqah tersebut Insya Allah diberkahi. Hal tersebut adalah hewan aqiqah disembelih dengan menyebut nama Allah SWT dan tidak diniatkan untuk hal yang lainnya. Karena inti dari dilakukannya aqiqah memang sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dan sebagai penebus seseorang, seperti dalam riwayat Nabi Ibrahim as beserta putranya.